Kebiasaan pause yang baik lahir dari kesadaran akan kebutuhan diri sendiri. Tidak perlu aturan rumit untuk memulainya.

Menentukan waktu-waktu tertentu sebagai jeda ringan membantu membentuk ritme yang konsisten.

Menggunakan jeda untuk melakukan hal sederhana, seperti merapikan meja atau menyiram tanaman, memberi rasa keteraturan.

Pause singkat sebelum berpindah aktivitas membantu pikiran menutup satu hal sebelum membuka yang lain.

Menerima bahwa jeda adalah bagian alami dari hari membuat aktivitas terasa lebih manusiawi.

Menyesuaikan durasi jeda dengan kondisi hari membantu menjaga kenyamanan tanpa rasa bersalah.

Dengan kebiasaan pause yang lembut, keseharian terasa lebih seimbang dan mudah dijalani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *